8 Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian ASI
Pemberian ASI bukan hal yang mudah bagi seorang ibu. Beberapa
hambatan ditemukan justru di awal kelahiran bayi. Padahal kesuksesan
pemberian ASI nantinya tergantung pada awal pemberian ASI. Selain dari
ibu dan bayi, banyak faktor lain dalam keberhasilan pemberian ASI
seperti dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Di Indonesia sendiri Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan ASI
eksklusif sebesar 80% dianggap masih sulit terlaksana. Berbagai faktor
yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI harus diantisipasi sejak
awal seperti tahap-tahap berikut ini.
Inisiasi Dini
Pemberian ASI sejak dini sangat dianjurkan dilakukan oleh setiap ibu
setelah melahirkan. Bayi yang lahir cukup bulan akan mempunyai naluri
untuk menyusu kepada ibunya pada 20-30 menit setelah lahir. Minta
bantuan perawat atau bidan Anda untuk meletakkan bayi di atas perut
sesaat setelah dia lahir. Dia akan mampu mencari payudara dan menyusu
dengan baik selama kurang lebih 50 menit.
Rawat Gabung
Jika tidak ada masalah medis, perawatan ibu dan bayi dapat dilakukan
selama 24 jam bersama dalam satu tempat tidur atau satu ruangan. Kontak
fisik yang sering dilakukan pada bayi akan menstimulasi hormon prolaktin
dalam memproduksi ASI. Pastikan bayi dapat menyusu pada satu jam
pertama setelah dia lahir. Ini akan berpengaruh pada keberhasilan
pemberian ASI selanjutnya.
Memerah ASI
Jika Anda kesulitan menyusui pada awal kelahiran, minta perawat atau
bidan untuk membantu Anda memompa atau memerah ASI. Biasanya dilakukan
10-20 menit tiap 2-3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu.
Berpikir Positif dan Ciptakan Suasana Menyenangkan
Buang emosi, rasa cemas, dan panik agar dapat memotivasi Anda dalam
pemberian ASI. Bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI jika hanya
mengandalkan refleks prolaktin saja. Namun hormon oksitosin yang
dipengaruhi pikiran dan perasaaan Anda, dapat merangsang otot saluran
ASI agar berkontraksi dan kelenjar susu dapat keluar dengan lancar.
Menyusui Setelah Operasi Cesar
Keadaan tidak cukup sadar dan kondisi luka operasi salah satu hambatan
dalam proses menyusui pada awal melahirkan. Bayi pun terpengaruh obat
yang diberikan oleh ibunya sehingga dia akan sering mengantuk. Tetap
susui bayi sesering mungkin agar proses menyusui sukses berjalan hingga
akhir.
Susui Kapanpun Bayi Menginginkannya
Pada pagi hingga siang hari, susui bayi tiap 2-3 jam sekali, dan 4-5
jam sekali pada malam hari. Ini disebabkan lambung bayi berukuran kecil,
sehingga membuatnya mudah lapar. Umumnya bayi menyusu selama 20-40
menit.
Atur Jadwal
Disela waku menyusui, Anda dapat beristirahat saat bayi sedang tidak
menyusui. Semakin bertambahnya usia bayi, Anda akan mengetahui pola
menyusui bayi, sehingga memudahkan untuk mengatur jadwal istirahat. Pola
menyusui ini akan terus berubah sesuai dengan petumbuhan bayi.
Dukungan Keluarga
Keberhasilan menyusui juga dipengaruhi dukungan dari keluarga maupun
suami. Terkadang banyak nasihat yang diberikan oleh orang tua, dan
keluarga lainnya. Dengarkan pengalaman mereka sebagai masukan yang
bermanfaat bagi program menyusui Anda. Bila menghadapi kritikan dan
tekanan yang tidak mendukung dalam pemberian ASI, hadapi dengan
bijaksana agar tidak menambah panik dan bingung.